Pelatihan Kepemimpinan Ala Militer di STTAL

Jumat, (14/10). lalu, Telah dilaksanakan serangkaian kegiatan Pelatihan Kepemimpinan untuk mahasiswa Teknik Mesin ITS angkatan 2015 dan 2014 di Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL) Surabaya. Kegiatan ini, berlangsung dari hari Jumat, tanggal 14 hingga hari minggu, tanggal 16 Oktober 2016. Serangkaian kegiatan pelatihan yang diawali penyambutan oleh jajaran pendidik STTAL ini, dihadiri Bapak Heru Setyawan selaku Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITS, Bapak Bambang Pramujati selaku Kepala Jurusan Teknik Mesin ITS, dan Bapak Wawan Aries Widodo selaku Sekertaris Jurusan Teknik Mesin ITS. Kegiatan yang dilaksanakan dengan kerjasama antara pihak ITS dan STTAL tersebut bertujuan untuk memberi pembekalan kepada mahasiswa Teknik Mesin ITS untuk melaksanakan kegiatan kemahasiswaan dan pembinaan di jurusannya dengan lebih baik.

“Kepemimpinan itu diawali dengan integritas yang tumbuh karena dipaksa, terpaksa, lalu terbisasa,” merupakan salah satu pernyataan penting oleh Dr. Adi Bandono, M.Pd. pada materi pertama Pelatihan Kepemimpinan ini. Kolonel Laut Adi Bandono yang merupakan salah satu pendidik STTAL menjelaskan bahwa integritas yang timbul melalui proses Behavioristic perlu dipupuk terlebih dahulu sehingga lahir jiwa kepemimpinan yang sangat baik. Tak hanya beliau, pendidik STTAL lainnya yang menjadi pemateri kelas menjelaskan hal yang sejalan namun dengan materi yang berbeda. Bila dirangkum serangkaian materi kelas tersebut seputar penanaman jiwa kepemimpinan dan pelaksanaannya di kehidupan sehari-hari.

                Selama pelatihan, peserta yang berjumlah 25 mahasiswa dan 18 mahasiswi angkatan 2015 sampai 2014 dari Himpunan Mahasiswa Mesin dan perwakilan Organisasi Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin menginap di Mess Rais STTAL. Dalam keseharian di luar materi kelas, peserta dibimbing oleh pelatih-pelatih dari STTAL, yaitu pelatih Ainun, pelatih Dwi, pelatih Rigen, dan lainnya. Bimbingan yang diberikan pelatih di luar kelas berupa kedisiplinan terhadap waktu, dan perilaku secara umum yang merupakan khas militer di STTAL. Sebagai contoh, peserta diajarkan cara berkomunikasi, berbaris, dan makan ala militer. Tentu hal-hal tersebut memberi kesan tersendiri bagi tiap peserta.

                Pada malam terakhir Pelatihan Kepemimpinan peserta mendapat kejutan. Pukul 02.00 pagi peserta dibangunkan ala militer oleh pelatih dan dikumpulkan di lapangan. Pelatih memberikan bimbingan mental mengenai kedisiplinan, kerjasama, dan kepemimpinan serta tambahan bimbingan fisik yang diakhiri dengan canda tawa. Peserta kebanyakan menyebut kegiatan tersebut dengan istilah “mimpi malam” karena kesan baik yang dapat diterima oleh masing-masing peserta. Setelah kegiatan tersebut, peserta diberikan waktu istirahat sampai pukul 04.00 pagi untuk sholat subuh dan pemberisihan lalu dilanjutkan kegiatan olahraga.

                Pada hari terakhir, peserta mengikuti serangkaian kegiatan permainan yang berfungsi melatih koordinasi, kerjasama, dan kepemimpinan antara individu. Dimulai pembuatan yel-yel hingga permainan dengan menggunakan air, mahasiswa secara langsung menerapkan ilmu yang diberikan selama materi kelas. Setelah permainan, rangkaian acara Pelatihan Kepemimpinan ditutup dengan sambutan perwakilan pendidik, yaitu Sekertaris Direktur STTAL dan Kepala Jurusan Teknik Mesin ITS. Sebagai peserta Ketua Himpunan Mahasiswa Mesin 2016/2017 juga diberikan kesempatan untuk memberikan kata kesan pesan selama mengikuti pelatihan.

“Semoga ilmu yang diterima selama pelatihan tidak berhenti di STTAl saja, melainkan dapat diterapkan dengn baik dalam keseharian di kampus nanti,” ujar Satrio Haryo, Ketua Himpunan Mahasiswa Mesin 2016/2017. (yus/img)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *