Profil Jogyo Susilo : Bisnis, Hobi dan Tantangannya

Repost Dari Buletin DIMENSI edisi 5

Setiap usaha yang di lakukan dengan ketekunan dan pemahaman akan pengetahuan  tentang usaha tersebut apalagi dibarengi dengan hobi & rasa suka, besar kemungkinan akan berbuah keberhasilan. Seperti kisah seorang alumni Teknik Mesin ITS Pak Jogyo Susilo angkatan M31. Perjalanan menjadi  authorized distributor motor besar dari produsen custom bike Big Bear Chopper asal Amerika Serikat (www.bigbearchoppers.com)  bermula dari ketertarikannya terhadap bidang otomotif motor. “Kebetulan dari SMP terus SMA sampai kuliah senang naik motor, kemudian setelah kerja ada rezeki punya motor besar. Karena memang senang naik motor, jadi berpikir untuk cari bisnis yang berhubungan dengan motor”, ungkap pak Jogyo. Dimulai dengan membuka bengkel custom motor Harley Davidson. Yang selanjutnya sekitar 3 tahun berpikir untuk mencari dealership motor gede dan menjadi ATPM dari Big Bear Choppers, dengan showroom dan bengkel nya di jalan arteri Pangeran Antasari no 21 Cipete Jakarta Selatan, yang juga menjadi sekretariat Ikatan Alumni Teknik Mesin ITS.

Di lokasi yang sama berawal dari konsep berjualan moge akan lebih “afdol” jika menyediakan tempat nongkrong bagi bikers disediakan lah area khusus makanan dan minuman dengan menggandeng beberapa makanan khas jawa timuran yg selama ini menjadi langganan pak Jogyo di Jakarta. Dengan product mix yang pas sebagai makanan rakyat seperti (Soto Ayam ,Sate, Bakwan Malang, Mie & Dimsum serta Es Podeng), positioning harga yg terjangkau, tempat yg cukup nyaman karena dilengkapi dgn ruangan ber AC dan parkir luas, area makanan itu pun sering didatangi pelanggan selain  bikers setiap hari nya dan akhirnya menjadi salah satu usaha yang cukup membantu dalam kondisi perekonomian yang sedang kesulitan seperti saat ini. Saat ini Antasari21 FoodStation menghasilkan omset per bulan sekitar 450 juta rupiah. Di area yang sama tapi di bagian belakang dibuat sebagai assembly area untuk bisnis Electrical dgn memproduksi Control &  Panel listrik baik Medium/Low voltage sebagai System integrator dari Schneider Electric.

Layaknya sebuah kapal yang akan mengarungi samudra, tentunya akan menghadapi ombak di perjalanannya. Hal ini senada dengan perjalanan dibalik kisah bisnis Pak Jogyo Susilo yg menganggap dirinya belum mencapai kesuksesan, ternyata tersimpan beberapa cerita kegagalan dari perjalanan bisnis lain yang sebelumnya pernah digeluti, “Salesman alat berat Caterpillar adalah profesi awal saya pada waktu lulus kuliah, setelah mengecap 1 tahun sbg Executive Trainee di Trakindo Utama”, ungkapnya. Dari profesi sebagai salesman alat berat ini pak Jogyo mengaku mendapatkan cukup banyak komisi penjualan yang digunakan sebagai modal awal berbisnis.  Sempat beliau bersama temannya berbisnis di pembuatan Kopra,  menanam cabe, mengumpulkan para pemulung dan menjual plastik-kertas nya ke industri, mengexport bibit nener bandeng ke Filipina. Namun, karena belum matangnya beliau dalam berhitung akan resiko membuat bisnis tersebut berakhir dengan kegagalan.

Karena keasyikan mengumpulkan modal untuk usaha, cita cita mengambil MBApun jadi terbengkalai. Disela-sela kesibukan sebagai karyawan di Shell 2000-2007 beliau juga mengaku pernah mendirikan bisnis jasa keamanan/ security dengan jumlah karyawan sekitar 2000 orang dengan klien klien kebanyakan mal dan kantor yang salah satunya pernah menjaga di Surabaya Town Square (Sutos) dan mal lain seperti Citos dan  Pondok Indah Mall. Tahun 2007 beliau menjual bisnis security nya yg punya brand SAS Security ke ISS Indonesia.

Saat ini Pak Jogyo juga sedang fokus menuntaskan pembangunan Fabrication Workshop di Gresik seluas 3,2 ha, untuk melengkapi bisnis nya di bidang Mekanikal Elektrikal Piping EPC dan Konsultan, yg kedepannya juga diharapkan bisa bekerja sama dan mensupport kegiatan akademika Teknik Mesin ITS.

Saat ditanya tentang alasan masuk Teknik Mesin Pria kelahiran Yogyakarta, 19 Agustus 1969 ini berpendapat teknik mesin memang  menjadi pilihan pertamanya karena sejak SMP-SMA tertarik dengan sistem otomotif dan sering utak atik motor mobil. Waktu kecil sering diajak orang tua melihat dari dekat permesinan yg ada di pabrik gula.  Kebetulan ikut program PMDK dan diterima di Tenik Mesin ITS. Selama kuliah sempat menjadi pengurus himpunan juga, terus terang memang banyak hal positif yang saya pelajari selama kuliah disini bukan hanya sekedar ilmunya, tapi juga belajar bagaimana  sebagai anak kos harus “survive” dengan tanpa melupakan waktu untuk networking dan bermain.

Beliau menuturkan berbagai aplikasi dari mata kuliah engineering nantinya pasti berguna di dunia kerja. Selain ilmu engineering ada hal informal yang didapat ketika kuliah dan itu akan sangat berguna pada saat masuk dunia kerja atau bisnis, diantara nya tentang networking dan menambah banyak teman, berorganisasi, berpikir kreatif. Hal hal tersebut bersama dengan metodologi berpikir yang diasah selama kita kuliah akan menjadi basic competency kita dalam bersaing dengan lulusan universitas lain. Oleh karena itu beliau menyampaikan , “Dalam nanti kita bekerja  memang banyak hal yang harus kita pelajari lagi tapi dengan basic yang anda punya dari sini, akan lebih memudahkan dibanding dengan orang-orang yang tidak punya basic yang baik”. “Selama kuliah selalu menemukan hal baru, diharapkan juga belajar berorganisasi yang akan membantu kita membangun networking dan bekerja sebagai tim, dan jangan lupa luangkan waktu untuk hobi atau bermain supaya kita selalu punya energi segar untuk belajar” ujar beliau. (pur/wib)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *