Perjuangan Munir, Dilanjutkan Bukan Dikenang

 

Kau pamit untuk terbang ke Amsterdam belajar hukum katanya

Namun, kau sendiri malah terbang ke surga.

 

Kau membela kami orang yang diculik dan hilang oleh aparat hitam praktek otoritarian orde baru

Namun, kau sendiri malah hilang nyawanya.

 

Kau bersahaja, menghormati nilai kemanusiaan dan anti kekerasan seharusnya tak ada yang membencimu

Namun, kau sendiri malah diracuni oleh orang yang hingga 13 tahun ini tak kami ketahui rupa dan namanya.

 

Disaat para pejabat di masamu berebut fasilitas mewah yang katanya digunakan untuk menunjang pekerjaan

Namun, kau sendiri malah membela kebenaran dan keadilan dengan sepeda motormu bak ksatria baja hitam.

 

Wajahmu yang terlihat kampung dengan sedikit khas timur tengah selalu cocok dengan kemeja lusuh dan megaphone yang kau pegang, meneriakkan keadilan HAM di depan mereka jajaran jas hitam berpeci.

Namun, kau sendiri malah mereka singkirkan.

 

……Entah, mungkin kau dianggap menghalangi.

 

Hari ini 13 tahun yang lalu. Semoga perjuanganmu tidak hanya dikenang namun diteruskan.

“Problem yang sedang dihadapi masyarakat Indonesia sebenarnya adalah katakutan mereka sendiri, mereka takut bersikap kritis pada otoriterisme, mereka takut pikirannya ditentang orang, takut kesempatan-kesempatannya hilang, lalu dari ketakutan-ketakutan itu terus menyisakan darah.”

 

Untuk menghormati Alm. Munir Said Thalib

 

~ajd

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *