Sosok Pencerah Generasi Muda

Silahkan bertanya, kemudian telaah sendiri. Sosok pencerah generasi muda, bukanlah pemudanya sendiri, itu bukan kuncinya. Bukan juga guru bangku sekolahan, yah bukan kunci utamanya. Tebaklah! Aku juga ikut menebak dan menurutku jawaban benarnya ada pada sosok luar biasa tangguh, Ibu atau Mama atau Emak atau Bunda. Manusia dengan jiwa besar yang banyak dihadapkan pada kemanjaan hakiki anak-anaknya. Aku tidak mencoba sentimental dengan hari peringatan saat ini, tapi menurut pemikiranku memang benar adanya.

Sebagian muslim pasti pernah mendengar sabda Nabi Muhammad, “perempuan itu tiang negeri. Manakala baik perempuan, baiklah negeri. Manakala rusak perempuan, rusaklah negeri.” Sudah jelas kan? Ir. Soekarno dalam Sarinah juga mengutip sabda beliau menandakan pentingnya peran seorang perempuan dalam sudut pandangnya, dalam konteks ini aku sebut Ibu.

Long life education atau pendidikan seumur hidup tiap manusia di bumi ini, kecuali Nabi Adam a.s. dan Siti Hawa, dimulai dari Ibu. Setiap anak belajar membaca, berbicara, bertingkah dari orang rumahnya. Ketika sang ayah bekerja maka siapa lagi kalau bukan ibu yang bertugas. Berlaku pula pada pendidikan karakter si anak sampai dewasa. Maka pada dasarnya ibu mempunyai kodrat sebagai manusia berjiwa besar.

Seringkali kita melihat keburukan perilaku banyak ibu saat tukang sayur stand by di depan rumah kita, menggunjing tetangga misalnya. Apakah sifat yang ditulis di paragraf atas tidak berlaku untuk ini? Tentu kodrat atas jiwa besarnya akan pudar jika banyak ibu itu berlaku buruk. Kodrat manusia juga bahwa ia tidaklah selalu berlaku benar. Nah, dari sini bisa ditarik benang merahnya. Jika ibu masih dengan baik mengemban tugasnya maka ia sudah pasti menjadi pencerah bagi generasi muda.

Hari ini banyak ditulis puisi tentang ibu di media sosial penanda cinta anak-anak seluruh nusantara. Tapi itu hanya akan menjadi kenangan atau angin lalu saja di linimasa media sosial ketika masing-masing anak beserta ibunya tidak menghayati apa yang mereka sebut dengan cinta. Karena di dalamnya, dalam kata cinta itu terdapat banyak pengalaman fisik dan psikis. Karakter yang nantinya akan menjadi cahaya dalam peradaban generasi muda. Begitulah, maka bersinarlah.

Ohiya. Silahkan kata bahwa pandangan mengenai jiwa besar terlalu sempit, tapi sesekali tidak. Karena jiwa besar itu meliputi seluruh kebaikan yang terkandung dalam karakter ideal untuk diturunkan kepada si anak.

 

Yusuf Tri Anggara

Teknik Mesin, 2015

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *